Dinsos Kediri Gaspol Benahi Data Warga Miskin, Relawan Dikerahkan Demi Bantuan Tepat Sasaran

  


KEDIRI, penanuswantara.online  – Dinas Sosial Kota Kediri mulai tancap gas memperkuat akurasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Elektronik (DTSEN) melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) pembaruan data sosial ekonomi masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bantuan sosial benar-benar tepat sasaran dan tidak meleset dari kondisi riil di lapangan.

Kegiatan Bimtek tersebut digelar pada Rabu (28/1) di salah satu hotel di Kota Kediri, dengan melibatkan puluhan pekerja dan relawan sosial. Peserta terdiri dari anggota Tim Reaksi Cepat (TRC), TAGANA, Tenaga Kesejahteraan Sosial (TKS), perwakilan Kementerian Sosial, hingga pegawai Dinas Sosial Kota Kediri.

Kepala Dinas Sosial Kota Kediri, Imam Muttaqin, menegaskan bahwa pembaruan DTSEN menjadi langkah krusial dalam penyusunan kebijakan sosial yang berbasis data akurat. Menurutnya, data yang tidak valid berpotensi menimbulkan kesalahan penyaluran bantuan.

“DTSEN adalah alat penting untuk mendokumentasikan kondisi sosial ekonomi masyarakat, mulai dari alamat, komposisi keluarga, hingga kondisi ekonominya. Namun, kami masih menerima laporan bahwa data yang ada belum sepenuhnya menggambarkan kondisi nyata di lapangan,” ujarnya.

Ia menegaskan, pada tahun ini Dinas Sosial Kota Kediri berkomitmen melakukan verifikasi dan validasi data secara mandiri agar hasilnya lebih presisi dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam Bimtek tersebut, Dinas Sosial menghadirkan narasumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri. Para peserta mendapatkan materi teknis terkait proses pengumpulan, verifikasi, dan pembaruan data sosial ekonomi masyarakat.

Imam menekankan bahwa pembaruan data akan difokuskan pada kelompok masyarakat paling rentan, khususnya yang masuk kategori Desil 1 dan Desil 2. Kelompok ini merupakan lapisan masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah dan menjadi prioritas dalam program bantuan sosial.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan data DTSEN benar-benar mewakili kondisi masyarakat yang sesungguhnya. Dengan data yang akurat, kebijakan dan bantuan yang diberikan juga akan tepat sasaran,” jelasnya.

Ia juga mengimbau para relawan dan pekerja sosial yang mengikuti Bimtek agar serius menyimak materi serta tidak ragu bertanya jika menemui kesulitan. Hal ini penting agar proses verifikasi di lapangan berjalan efektif dan menghasilkan data yang valid.

Dengan langkah pembaruan data ini, Dinas Sosial Kota Kediri berharap penyaluran bantuan sosial ke depan semakin tepat, transparan, dan mampu menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan. Program ini sekaligus menjadi upaya menutup celah kesalahan data yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama