Kediri, penanuswantara.online – Angin segar berhembus bagi komunitas gowes dan pegiat transportasi ramah lingkungan di Bumi Panjalu. Pemerintah Kabupaten Kediri resmi menghadirkan jalur sepeda khusus di sejumlah ruas jalan strategis, sebuah langkah progresif yang menandai perubahan cara pandang terhadap ruang publik dan keselamatan lalu lintas.
Kebijakan ini bukan sekadar mengecat marka di aspal, melainkan pernyataan sikap pemerintah bahwa jalan raya bukan hanya milik kendaraan bermotor, tetapi juga ruang aman bagi pesepeda sebagai bagian dari peradaban transportasi modern.
Dari Ikon Wisata hingga Pusat Pemerintahan
Pemetaan jalur sepeda di Kediri dibagi dalam dua kewenangan, yakni kabupaten dan provinsi. Di bawah kewenangan Pemkab Kediri, jalur sepeda telah tersedia di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG) dengan panjang lintasan sekitar 2,5 kilometer—lokasi yang selama ini menjadi pusat aktivitas warga dan magnet wisata.
Sementara itu, hasil kolaborasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur menghadirkan jalur sepeda di ruas vital Jalan Soekarno-Hatta, membentang dari Tugu Perbatasan Tepus hingga Simpang Tiga Katang, Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem.
Pemilihan ruas ini bukan tanpa alasan. Kawasan tersebut dikenal sebagai urat nadi mobilitas perkantoran dan pelayanan publik, sehingga risiko gesekan antara kendaraan bermotor dan pesepeda cukup tinggi jika tanpa pengaturan khusus.
Keselamatan sebagai Fondasi Kebijakan
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kabupaten Kediri, Soehardi, menegaskan bahwa jalur sepeda ini lahir dari keprihatinan terhadap tingginya potensi kecelakaan di jalan raya.
“Kami menyediakan jalur khusus agar lalu lintas lebih aman dan pesepeda merasa nyaman saat beraktivitas di jalan,” ujarnya.
Dengan pembatas dan marka yang jelas, pemerintah berharap konflik ruang jalan antara kendaraan berkecepatan tinggi dan pesepeda dapat diminimalkan, sekaligus menumbuhkan rasa aman bagi masyarakat yang ingin bersepeda setiap hari.
Lebih dari Infrastruktur, Ini Soal Gaya Hidup
Pembangunan jalur sepeda ini juga menjadi bagian integral dari visi besar Program Kediri Sehat yang diusung Bupati Kediri. Pemerintah mendorong masyarakat untuk kembali pada pola hidup aktif—bersepeda tidak hanya sebagai olahraga akhir pekan, tetapi juga sebagai moda transportasi harian atau bike to work.
“Kami ingin masyarakat merasa aman dan nyaman saat bersepeda. Ini sejalan dengan Kediri Sehat dan upaya membangun budaya hidup aktif,” tambah Soehardi.
Ujian Kesadaran Kolektif Pengguna Jalan
Hadirnya jalur sepeda sekaligus menjadi ujian kedewasaan sosial bagi seluruh pengguna jalan. Dishub Kabupaten Kediri mengimbau pengendara motor dan mobil agar tidak menyerobot atau menjadikan jalur sepeda sebagai area parkir. Di sisi lain, pesepeda juga diminta disiplin menggunakan jalur yang telah disediakan.
Jika kesadaran ini terbangun, Kediri bukan hanya akan dikenal sebagai daerah dengan infrastruktur ramah sepeda, tetapi juga sebagai kabupaten yang berani melangkah menuju transportasi berkelanjutan dan beradab.

Posting Komentar