Merawat Api Kehidupan: Syahdunya Pemujaan Batara Agni oleh Tokoh Bali dan Kediri di Situs Majapahit

      

BOJONEGORO – Kepulan asap dupa dan lantunan mantra suci memecah keheningan situs purba Khayangan Api, Desa Sendangharjo, Kabupaten Bojonegoro. Dalam sebuah prosesi yang sarat akan nilai spiritual, sejumlah tokoh suci (Ida Nabe) dari Bali bersinergi dengan para pegiat budaya dari Kediri melaksanakan upacara pemujaan kepada Sang Hyang Batara Agni.

Kehadiran rombongan besar ini menjadi simbol kuat eratnya hubungan spiritual dan historis antara tanah Jawa dan Bali. Upacara ini dipimpin langsung oleh para pemuka agama Hindu yang sangat dihormati, antara lain:

Menyalakan Kembali Api Kehidupan Khayangan Api, yang dikenal sebagai situs api abadi peninggalan era Majapahit, dipilih menjadi pusat prosesi karena nilai filosofisnya sebagai stana Sang Hyang Batara Agni. Dalam kepercayaan spiritual, Agni bukan sekadar api fisik, melainkan simbol pemurnian jiwa dan sumber energi kehidupan yang tak kunjung padam.

Perjalanan spiritual ini diinisiasi oleh Mas Yudi, atau yang lebih akrab disapa Mas Jeje. Sebagai pemerhati budaya, praktisi spiritual, sekaligus pimpinan rombongan dari Kediri, ia hadir menjadi salah satu narasumber utama yang aktif dalam merajut kembali tali silaturahmi peradaban Nusantara.

"Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan wisata religi, melainkan upaya 'ngopeni' (merawat) peninggalan leluhur. Kita ingin menyelaraskan energi antara Bali dan Jawa, khususnya Kediri, untuk memohon keselamatan bagi bangsa," ujar Mas Jeje di sela-sela kegiatan.

Sinergi Bali dan Kediri Kehadiran rombongan dari Bali yang bersanding dengan komunitas budaya dari Kediri menciptakan suasana yang sangat khusyuk. Kediri dan Bojonegoro sendiri memiliki keterikatan sejarah panjang melalui kejayaan kerajaan-kerajaan besar di masa lalu, yang kini kembali dipertegas melalui laku spiritual bersama.

Prosesi dimulai dengan pembersihan diri (penyucian), dilanjutkan dengan persembahan sesaji (banten), dan diakhiri dengan persembahyangan bersama di titik api abadi. Para Ida Nabe memanjatkan doa agar api semangat persatuan Nusantara terus menyala, sebagaimana api Khayangan yang tak pernah padam oleh hujan maupun angin.

Harapan untuk Kelestarian Budaya Melalui narasi ini, diharapkan masyarakat semakin menyadari pentingnya menjaga situs-situs bersejarah bukan hanya sebagai objek fisik, tetapi sebagai ruang sakral yang menyimpan kearifan lokal.

Upacara ini ditutup dengan ramah tamah antar rombongan, memperkuat persaudaraan antara para praktisi spiritual dari Pulau Dewata dengan para pelestari budaya dari tanah Jawa, menciptakan harmoni yang indah di bawah naungan cahaya Batara Agni. (red)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama