NGANJUK, JAWA TIMUR – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cangkringan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, terpaksa menghentikan operasionalnya selama dua hari sejak Selasa (3/3) hingga Rabu (4/3). Penutupan sementara ini dilakukan menyusul keputusan Badan Gizi Nasional (BGN) yang memberikan status suspend terhadap unit tersebut. Dampaknya, distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ribuan penerima manfaat di wilayah tersebut sempat terhenti total.
Kepala SPPG Nganjuk Cangkringan, Chabib, mengklarifikasi bahwa pembekuan operasional ini bukan disebabkan oleh kualitas atau keamanan pangan yang buruk, melainkan murni persoalan administratif. Pihak BGN mewajibkan setiap unit untuk mengisi formulir standarisasi menu khusus selama bulan Ramadan yang belum sempat dilengkapi. Hal ini menjadi bagian dari langkah evaluasi ketat pemerintah pusat untuk memastikan asupan gizi tetap terjaga selama masa puasa.
| Waktu | Status | Detail Peristiwa |
| Selasa, 3 Maret 2026 | ⚠️ Mulai Ditutup | SPPG Cangkringan resmi menerima status suspend dari Badan Gizi Nasional (BGN). Distribusi makanan terhenti total. |
| Rabu, 4 Maret 2026 | 🔍 Evaluasi | Proses klarifikasi dan pengisian data administrasi terkait standarisasi menu khusus Ramadan dilakukan oleh tim operasional. |
| Rabu Siang (11.30 WIB) | 🔓 Status Dicabut | BGN resmi mencabut status suspend setelah seluruh persyaratan administratif dinyatakan lengkap. |
| Kamis, 5 Maret 2026 | ✅ Beroperasi Kembali | SPPG kembali memasak dan mendistribusikan Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada 2.827 penerima manfaat. |
Setelah melalui proses verifikasi dan pengisian data, BGN resmi mencabut status suspend SPPG Nganjuk pada Rabu siang. Dengan keputusan ini, fasilitas tersebut dipastikan kembali beroperasi normal pada Kamis (5/3) untuk melayani kembali sekitar 2.827 penerima manfaat. Manajemen SPPG menyatakan komitmennya untuk lebih teliti dalam pelaporan administratif guna menghindari gangguan distribusi pangan bergizi di masa mendatang. (red)

Posting Komentar