Warga Diimbau Tak Merusak Area Penemuan Benda Cagar Budaya Era Kerajaan

        


NGANJUK – Warga di salah satu desa di Kabupaten Nganjuk digemparkan dengan penemuan susunan struktur bata merah berukuran besar yang diduga kuat merupakan peninggalan purbakala, Minggu (15/3/2026). Penemuan ini bermula ketika sejumlah pekerja sedang melakukan aktivitas penggalian tanah untuk proyek saluran irigasi desa. Saat menggali di kedalaman sekitar satu setengah meter, mata cangkul pekerja membentur batuan keras yang setelah dibersihkan ternyata membentuk sebuah struktur dinding kuno yang tertata rapi.

Mendapatkan laporan temuan tersebut, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Nganjuk bersama komunitas pelestari sejarah lokal segera turun ke lapangan untuk melakukan observasi situs tahap awal. Dari hasil pengukuran sementara, dimensi bata merah tersebut jauh lebih besar dan tebal dibandingkan bata merah pada era modern. Berdasarkan karakteristik material dan teknik penyusunannya, tim ahli menduga bahwa struktur ini merupakan bagian dari fondasi bangunan suci atau permukiman bangsawan pada masa kejayaan Kerajaan Kadiri atau Majapahit.

Untuk mencegah terjadinya kerusakan lebih lanjut akibat faktor cuaca maupun campur tangan manusia, area penemuan saat ini telah disterilkan dan dipasangi garis pembatas. Tim observasi situs juga telah berkoordinasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah Jawa Timur untuk segera menjadwalkan proses ekskavasi penyelamatan. Langkah ini dinilai sangat krusial guna mengidentifikasi secara pasti luasan situs, fungsi bangunan di masa lampau, serta mencari kemungkinan adanya artefak penyerta seperti pecahan tembikar atau uang kepeng.

Pemerintah daerah memberikan apresiasi yang tinggi kepada warga yang memiliki kesadaran sejarah dengan segera melaporkan temuan tersebut kepada pihak berwenang. Masyarakat sekitar diimbau untuk tidak melakukan penggalian liar atau mengambil bata kuno tersebut untuk kepentingan pribadi. Penemuan ini diharapkan dapat menambah kepingan puzzle sejarah peradaban masa lampau di wilayah Nganjuk dan Kediri, sekaligus menjadi potensi edukasi dan wisata sejarah baru di masa mendatang.(red)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama