Polres Kediri Siagakan Tim Urai Macet Hadapi Lonjakan Kendaraan di Mengkreng

    

KEDIRI – Memasuki H-5 menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah yang jatuh pada Minggu (15/3/2026), kepadatan arus lalu lintas mulai terlihat signifikan di Simpang Tiga Mengkreng, Kabupaten Kediri. Titik ini merupakan salah satu jalur paling krusial di kawasan Mataraman karena mempertemukan arus kendaraan dari tiga kabupaten sekaligus, yakni Kediri, Jombang, dan Nganjuk. Sejak pagi hari, antrean kendaraan terpantau padat merayap hingga mencapai radius dua kilometer dari arah Surabaya menuju kawasan selatan Jawa Timur.

Berdasarkan pantauan di lapangan, arus lalu lintas didominasi oleh kendaraan pribadi, baik roda empat maupun roda dua, yang membawa barang bawaan khas pemudik. Pelat nomor kendaraan dari luar daerah seperti B (Jakarta), L (Surabaya), dan W (Sidoarjo) tampak mendominasi ruas jalan. Kehadiran perlintasan sebidang kereta api yang aktif membelah jalur ini turut menjadi faktor utama tersendatnya laju kendaraan, di mana setiap kali kereta melintas, penumpukan kendaraan tidak dapat dihindarkan.

Merespons peningkatan volume kendaraan yang mencapai 30 persen dibandingkan hari normal, Satlantas Polres Kediri langsung menerjunkan Tim Urai Macet (Tim Rajawali) ke titik-titik penyempitan (bottleneck). Pihak kepolisian juga telah menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem buka-tutup jalur secara situasional. Jika antrean dari arah Jombang sudah terlalu panjang, arus kendaraan akan dialihkan sementara menuju jalur alternatif papar untuk memecah konsentrasi kemacetan.

Pos Pelayanan Terpadu yang didirikan di sekitar Simpang Mengkreng juga disiagakan penuh selama 24 jam. Para pemudik diimbau untuk tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan jika merasa lelah atau mengantuk. Fasilitas rest area sementara, layanan kesehatan ringan, hingga bengkel darurat telah disediakan oleh petugas gabungan untuk memastikan perjalanan mudik warga menuju kampung halaman berjalan aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan.(red)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama