Kediri, penanuswantara.online – Puluhan ribu warga Kediri Raya mendapat “kado negara” tepat di tikungan akhir tahun 2025. Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) Kesra tahap 4 resmi cair mulai Senin (30/12), namun dengan tenggat yang membuat publik menahan napas: hanya dua hari sebelum sistem ditutup permanen.
Kantor Pos Kediri menjadi garda terakhir penyaluran bansos dari pemerintah pusat. Total 20.468 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tercatat dalam tahap 4 ini, terdiri dari 2.246 KPM Kota Kediri dan 18.222 KPM Kabupaten Kediri.
Supervisor Operasi Pelayanan Kantor Pos Kediri, Suwaskito, menyatakan bahwa data tahap 4 kembali diturunkan oleh Kementerian Sosial dan harus dituntaskan tanpa kompromi waktu.
“Semua mulai kami salurkan hari ini (30/12). Untuk Kota Kediri kami mulai dari dua kecamatan, target hari pertama 1.200 KPM,” ujar pria yang akrab disapa Waskito.
Bansos Rp 900 Ribu, Waktu Tinggal Hitungan Jam
BLTS Kesra senilai Rp 900 ribu per KPM disalurkan melalui berbagai titik, mulai kantor pos pembantu kecamatan, kantor kecamatan, hingga kantor desa. Di wilayah Banyakan dan Semen, penyaluran dipusatkan di kantor kecamatan untuk mempercepat distribusi.
Namun, tekanan terbesar datang dari kebijakan pusat. Kementerian Sosial menetapkan penyaluran BLTS Kesra ditutup mutlak pada 31 Desember 2025. Lewat dari itu, sistem otomatis menutup data, dan dana yang belum tersalurkan ditarik kembali ke kas negara.
Artinya, bantuan yang seharusnya menjadi penopang kebutuhan dasar warga bisa lenyap hanya karena keterlambatan administratif.
Kantor Pos Dikejar Deadline Negara
Menyikapi kondisi tersebut, Kantor Pos Kediri menggenjot pelayanan secara maksimal. Penyaluran dilakukan mulai pukul 07.30 pagi hingga malam hari demi mengejar ribuan KPM yang masih harus dilayani.
“Kami jalankan semaksimal mungkin dengan waktu yang tersisa,” tegas Waskito.
Hingga kini, belum ada kepastian apakah Kemensos akan memberikan perpanjangan waktu pencairan. Dengan sistem yang sudah dipatok, ruang negosiasi nyaris nihil.
20 Kecamatan Terlibat, Risiko Gagal Bayar Mengintai
Pada tahap 4 ini, BLTS Kesra disalurkan di Kecamatan Kota, Mojoroto, dan Pesantren di Kota Kediri, serta 20 kecamatan di Kabupaten Kediri, di antaranya Banyakan, Gampengrejo, Kras, Ngadiluwih, Kunjang, Tarokan, hingga Wates.
Sebelumnya, pada tahap 1 hingga 3, tercatat sekitar 80 ribu KPM terdaftar di Kota dan Kabupaten Kediri. Namun, tidak semua berujung pencairan. Sejumlah bantuan dinyatakan gagal bayar dan dana dikembalikan ke kas negara karena berbagai alasan, mulai dari KPM tidak ditemukan, meninggal dunia, hingga pindah domisili.
Bansos: Hak Rakyat atau Statistik Negara?
Penyaluran BLTS Kesra di penghujung tahun ini kembali menegaskan satu fakta penting: bantuan sosial bukan hanya soal anggaran, tetapi soal kecepatan, validitas data, dan ketepatan kebijakan. Di satu sisi negara menggelontorkan dana, di sisi lain sistem yang kaku berpotensi mengubur hak warga miskin dalam laporan keuangan.
Waktu terus berjalan, sistem tak menunggu. Bagi ribuan warga Kediri, dua hari terakhir Desember 2025 menjadi penentu: uang kebutuhan hidup cair, atau kembali menjadi angka dingin di kas negara.

Posting Komentar