Ambil Jalur Pintas Berujung Tersesat, Dua Pendaki Gunung Klotok Dievakuasi Tengah Malam

  


KEDIRI,  penanuswantara.online – Niat mempercepat perjalanan justru berubah menjadi malam penuh kepanikan. Dua remaja pendaki Gunung Klotok, Kota Kediri, dilaporkan tersesat saat hendak turun gunung pada Senin malam (29/12/2025). Beruntung, keduanya berhasil dievakuasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri tanpa mengalami luka.

Kedua pendaki tersebut diketahui bernama Vino (21) dan Satria (21), warga Kota Kediri. Setelah melalui proses evakuasi dan pemeriksaan kondisi fisik, keduanya dipastikan dalam keadaan sehat dan diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.

Kepala BPBD Kota Kediri, Joko Ariyanto, mengungkapkan bahwa proses evakuasi bermula dari laporan darurat yang masuk ke kanal 112, layanan Lapor Mbak Wali milik Pemerintah Kota Kediri.

“Survivor melapor ke 112, lalu petugas piket meneruskan laporan tersebut kepada BPBD,” ujar Joko Ariyanto, Selasa (30/12/2025).

Jalur Pintas yang Menyesatkan

Dari hasil komunikasi dengan korban, BPBD langsung menerjunkan tim penyelamat ke Gunung Klotok pada malam itu juga. Proses pencarian berlangsung hingga tengah malam sebelum akhirnya kedua pendaki ditemukan dan dievakuasi turun bersama tim.

Menurut keterangan para pendaki, insiden bermula saat mereka hendak turun melalui jalur Selogajah. Demi menghemat waktu, keduanya memilih jalan pintas yang justru membawa mereka ke arah yang salah.

Alih-alih menemukan jalur turun, mereka justru berakhir di Lembah Tretes, sebuah area yang membuat mereka kehilangan orientasi dan menemui jalan buntu.

Dalam kondisi gelap, disertai gerimis dan keterbatasan penguasaan medan, upaya kembali ke jalur awal pun gagal.

“Survivor sempat mencoba kembali ke titik awal, tetapi tidak menemukan jalur karena minimnya pengetahuan medan dan kondisi malam hari,” jelas Ariyanto.

Keputusan Tepat di Tengah Kepanikan

Di tengah kebingungan dan situasi yang semakin tidak kondusif, Vino dan Satria akhirnya mengambil keputusan krusial: menghubungi layanan darurat 112.

“Mereka memutuskan kembali ke titik puncak Bengkah sambil menghubungi layanan 112 untuk meminta bantuan,” kata Ariyanto.

Keputusan tersebut dinilai sebagai langkah tepat yang menyelamatkan keduanya dari potensi risiko yang lebih besar.

Peringatan untuk Pendaki: Alam Tak Bisa Diremehkan

Berkaca dari kejadian ini, BPBD Kota Kediri kembali mengingatkan masyarakat, khususnya para pendaki pemula, agar tidak meremehkan persiapan dan pengetahuan medan saat melakukan aktivitas alam terbuka.

Kurangnya pemahaman jalur, kondisi cuaca yang berubah cepat, serta keputusan mengambil jalur pintas tanpa panduan kerap menjadi faktor utama insiden pendakian.

Gunung Klotok mungkin tampak ramah di siang hari, namun malam, kabut, dan hujan bisa mengubahnya menjadi labirin berbahaya.

Pesan tegas dari petugas:
🗻 Alam bukan tempat uji coba insting. Persiapan dan pengetahuan adalah kunci keselamatan.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama