Dari Gagal Panen hingga Tembus Pasar Nasional: Rustam, Petani Kediri yang Menaklukkan Dunia Melon dengan Hidroponik

  


KEDIRI,  penanuswantara.online  — Di saat banyak petani masih bergulat dengan cuaca ekstrem dan kesuburan tanah yang kian menurun, Rustam, seorang petani asal Kabupaten Kediri, justru membuktikan bahwa keterbatasan bisa menjadi pintu menuju lompatan besar. Lewat teknologi pertanian modern hidroponik NFT (Nutrient Film Technique), ia sukses mengembangkan melon premium yang kini menembus pasar nasional.

Rustam adalah pengelola Omah Melon Pule Indah yang berlokasi di Desa Pule, Kecamatan Kandat. Namun kesuksesan itu bukanlah jalan lurus tanpa rintangan. Ia mengaku memulai semuanya dari kegagalan.

“Saya dulu tanam semangka secara konvensional, tapi hasilnya jauh dari harapan,” ujar Rustam, Selasa (20/1/2026).

Alih-alih menyerah, kegagalan justru menjadi bahan bakar semangatnya. Rustam belajar tanpa lelah, berkeliling ke berbagai daerah, hingga akhirnya menemukan sistem hidroponik NFT—metode tanam yang tidak lagi menggantungkan hidup tanaman pada tanah.

“Sekarang tanah hanya jadi pijakan. Media tanamnya air dan nutrisi,” tuturnya.

Melalui sistem NFT, larutan nutrisi AB Mix dialirkan secara konstan melalui pipa paralon menuju akar tanaman. Dalam satu greenhouse seluas 242 meter persegi, Rustam mampu menanam sekitar 700 pohon melon.

Saat ini, ia mengelola empat greenhouse secara bergantian. Sistem tersebut memungkinkan panen rutin setiap dua hingga tiga minggu, dengan masa tanam sekitar 60 hari.

Tak hanya mengandalkan teknologi, Rustam juga sangat selektif dalam memilih varietas. Sejumlah melon premium seperti Sweetnet Thailand, Lavender, Honey Globe, Sunny Vietnam, serta varietas lokal unggulan Golden dan Luna menjadi andalan produksinya.

Setiap varietas memiliki karakter rasa khas—mulai dari renyah, juicy, hingga lembut—dengan tingkat kemanisan yang stabil tanpa tambahan stimulan.

“Rasa manis itu bukan dari obat. Itu dari benih yang baik dan perawatan yang benar. Kalau petani telaten dan sabar, hasilnya akan bicara sendiri,” ujarnya mantap.

Namun, bertani modern bukan tanpa tantangan. Sistem NFT sangat bergantung pada pasokan listrik. Jika aliran air terhenti, tanaman bisa layu dalam hitungan jam.

Karena itu, Rustam menekankan pentingnya ketelitian, pengawasan intensif, dan kepekaan terhadap kondisi tanaman.

“Bertani modern bukan cuma soal teknologi, tapi juga soal rasa dan kepedulian,” katanya.

Di tengah ancaman perubahan iklim dan cuaca ekstrem, Rustam meyakini bahwa greenhouse dan pertanian berbasis teknologi adalah masa depan sektor pertanian Indonesia.

Ia pun menitipkan pesan sederhana namun kuat bagi para petani.

“Jangan takut mencoba hal baru. Setiap masalah pasti ada solusinya. Tugas petani itu terus belajar, bersabar, dan tidak berhenti bergerak,” pesannya.

Kini, Omah Melon Pule Indah tak hanya menjadi pusat produksi melon premium, tetapi juga berkembang sebagai destinasi wisata edukasi pertanian. Anak-anak hingga masyarakat umum diajak mengenal langsung proses menanam, merawat, hingga memahami keunggulan melon hidroponik.

Tak berhenti di situ, Rustam juga membuka layanan pembuatan greenhouse dan instalasi sistem NFT, membantu petani lain yang ingin beralih ke pertanian modern dan berdaya saing tinggi.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama