NGANJUK – Di tengah kesibukan masyarakat mempersiapkan perayaan Idul Fitri, para Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari jajaran Komando Rayon Militer (Koramil) Pace, Kodim 0810/Nganjuk, justru turun langsung ke area persawahan pada Minggu (15/3/2026). Tanpa canggung mengenakan seragam dinas harian (PDH) yang digulung, para prajurit TNI AD ini bahu-membahu bersama kelompok tani desa setempat untuk memanen padi seluas puluhan hektare yang sudah menguning dan siap potong.
Kehadiran Babinsa di tengah sawah ini bertujuan untuk mengakselerasi proses panen raya sebelum para petani memasuki masa libur panjang Lebaran. Banyak pemilik lahan yang saat ini mengeluhkan kesulitan mencari tenaga buruh tani (penebas) karena sebagian besar pekerja upahan sudah mulai pulang ke kampung halaman masing-masing atau sibuk berbelanja kebutuhan hari raya. Jika padi yang sudah tua tidak segera dipanen, kualitas gabah akan menurun dan berisiko rontok jika tiba-tiba diguyur hujan deras akibat cuaca pancaroba.
Komandan Kodim (Dandim) 0810/Nganjuk menyatakan bahwa pendampingan pertanian ini merupakan bagian dari program Ketahanan Pangan Nasional yang dimandatkan langsung oleh pimpinan TNI AD. Dengan mempercepat panen, ketersediaan pasokan beras di pasar-pasar tradisional Kabupaten Nganjuk dan sekitarnya dapat terjamin aman selama perayaan Idul Fitri. Hal ini secara langsung akan membantu pemerintah menekan gejolak harga beras yang biasanya melonjak tajam saat permintaan tinggi di akhir Ramadan.
Para petani menyambut gembira bantuan tenaga dari prajurit TNI ini. Selain memanen dengan cara tradisional menggunakan sabit, Babinsa juga turut membantu proses perontokan gabah menggunakan mesin thresher dan mengangkut karung-karung hasil panen ke pinggir jalan raya. Sinergi yang kuat antara TNI dan komponen masyarakat agraris ini membuktikan komitmen aparat teritorial dalam menjaga stabilitas wilayah, tidak hanya dari aspek keamanan, tetapi juga dari aspek kedaulatan perut rakyatnya.(red)
Posting Komentar