SIDOARJO – Bupati Sidoarjo melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah titik pengerjaan proyek perbaikan jalan arteri pada Senin pagi (9/3). Inspeksi ini dilakukan guna memastikan kesiapan infrastruktur jalan raya di wilayah Sidoarjo yang akan menjadi jalur perlintasan utama bagi jutaan pemudik roda dua maupun roda empat dari arah Surabaya menuju kawasan tapal kuda dan Mataraman. Target utamanya adalah menjamin zero pothole atau jalan bebas lubang sebelum puncak arus mudik H-7 Lebaran tiba.
Intensitas hujan yang cukup tinggi selama beberapa bulan terakhir memang menyebabkan kerusakan aspal di berbagai ruas jalan protokol Sidoarjo, seperti di kawasan Gedangan, Buduran, dan Krian. Genangan air hujan yang meresap ke pori-pori aspal, ditambah dengan beban kendaraan berat berkapasitas berlebih (ODOL), membuat jalan cepat mengelupas dan membentuk lubang-lubang berbahaya. Kondisi ini kerap memicu kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara sepeda motor yang melaju pada malam hari dengan minim penerangan.
Untuk mempercepat proses patching (penambalan), Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Sidoarjo telah membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) yang bekerja dalam tiga sif, termasuk sif malam. Pengerjaan pada malam hari dinilai lebih efektif karena volume kendaraan relatif sepi sehingga aspal panas dapat lebih cepat mengering dan merekat sempurna. Bupati menekankan agar kontraktor pelaksana tidak asal-asalan dalam menambal jalan dan harus memperhatikan standar kualitas pemadatan.
Warga Sidoarjo menyambut baik respons cepat pemerintah daerah dalam menangani keluhan infrastruktur ini. Selain perbaikan jalan berlubang, warga juga berharap adanya pengecatan ulang marka jalan yang sudah mulai pudar serta penambahan lampu penerangan jalan umum (PJU) di titik-titik blank spot. Pemkab Sidoarjo optimis seluruh proyek pemeliharaan rutin ini akan rampung tepat waktu sehingga perjalanan masyarakat untuk merayakan Idul Fitri di kampung halaman dapat berlangsung aman dan nyaman.(red)

Posting Komentar