Kediri, Jawa Timur, penanuswantara.online — Lereng Gunung Kelud akhir pekan ini disulap menjadi lautan semangat muda. Ribuan pelajar berseragam cokelat khas Pramuka berbaur dalam suasana penuh keceriaan dan disiplin di Lembah Kelud Villa & Glamping, Ngancar, Kabupaten Kediri, tempat berlangsungnya Jambore Penggalang SMP/MTs Kwartir Cabang Kabupaten Kediri Tahun 2025.
Kegiatan akbar yang digelar mulai 10 hingga 12 Oktober 2025 ini secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Kediri, Ibu Dewi Mariya Ulfa, S.T. pada Jumat pagi. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa Pramuka bukan sekadar kegiatan baris-berbaris atau berkemah, tetapi “wahana pendidikan karakter yang membentuk generasi muda tangguh, disiplin, dan berjiwa kepemimpinan.”
“Jambore bukan sekadar perkemahan, tetapi wadah pembentukan watak, peningkatan disiplin, serta penguatan rasa persaudaraan antarpenggalang,” tutur Wakil Bupati di hadapan peserta yang tampak antusias.
Sebanyak 1.130 peserta dari SMP dan MTs se-Kabupaten Kediri berpartisipasi dalam ajang tahunan ini. Mereka akan mengikuti berbagai kegiatan edukatif dan rekreatif, mulai dari lomba ketangkasan, permainan tradisional, penjelajahan alam, hingga malam api unggun persaudaraan.
Tak hanya belajar bertahan hidup di alam, peserta juga diajak untuk mengasah jiwa gotong royong dan kepemimpinan melalui kegiatan berkelompok yang dirancang dengan pendekatan “learning by doing”.
Uniknya, panitia Jambore tahun ini mengusung konsep “Eco Camp Pramuka” — sebuah inovasi baru yang mengedepankan nilai kelestarian alam dan gaya hidup ramah lingkungan. Seluruh peserta diwajibkan membawa peralatan makan pribadi, melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik, serta mengikuti “Green Challenge”, tantangan harian yang mendorong mereka menanam pohon dan menjaga kebersihan sekitar perkemahan.
Kegiatan ini juga menjadi momentum berharga untuk mempererat persaudaraan antar sekolah dan madrasah di Kabupaten Kediri. Semangat kebersamaan terasa kental ketika seluruh peserta menyanyikan lagu “Padamu Negeri” di bawah kibaran Sang Saka Merah Putih, dengan latar Gunung Kelud yang gagah berdiri.
“Kami bangga bisa ikut Jambore ini. Seru sekali, bisa bertemu banyak teman baru dan belajar hal-hal baru tentang alam dan kerja sama,” ungkap Naila, peserta asal SMPN 2 Pare, sambil tersenyum.
Melalui Jambore ini, Pemerintah Kabupaten Kediri berharap nilai-nilai Dasa Dharma Pramuka dapat tertanam kuat di hati generasi muda. Sebab di tengah derasnya arus digitalisasi, semangat mandiri, cinta alam, dan peduli sesama tetap menjadi bekal penting bagi masa depan bangsa.
Dengan api unggun yang menyala hangat di malam hari dan tawa riang para penggalang, Jambore 2025 di Lembah Kelud bukan hanya menjadi ajang pertemuan pramuka, tetapi juga simbol harapan baru bagi generasi penerus yang tangguh, berkarakter, dan berjiwa Indonesia sejati.
(Red.Alvina)



Posting Komentar