
KEDIRI, penanuswantara.online – Di usia yang baru menginjak 18 tahun, Anugrah Styawan Pujo Santoso telah menunjukkan bahwa tekad kuat mampu mengantarkan seseorang pada pencapaian luar biasa. Atlet muda asal Kelurahan Manisrenggo, Kota Kediri, ini kini menapaki karir gemilang di dunia atletik setelah terpilih masuk pemusatan latihan nasional (pelatnas) untuk mengikuti berbagai kejuaraan internasional.
Pemuda yang akrab disapa Anugrah ini berasal dari keluarga yang lekat dengan dunia olahraga. Sang ayah merupakan atlet voli, sementara ibunya pernah bergelut dalam cabang bola basket. Sedangkan kakaknya mengikuti jejak sang ayah sebagai pemain voli, Anugrah justru memilih jalur berbeda: mendalami atletik, khususnya nomor lari jarak pendek.
Ketertarikannya pada dunia atletik bermula saat masih duduk di bangku sekolah dasar. Awalnya ia menggeluti nomor lompat jauh dan berhasil meraih medali emas pada kejuaraan di Universitas Negeri Surabaya saat ia kelas empat SD. Seiring waktu, fokusnya beralih ke sprint.
“Setelah fokus di sprint, saya ikut kejurda dan beberapa kejuaraan lain, dan Alhamdulillah dapat emas lagi. Waktu SMP ikut O2SN di Jakarta juga dapat emas. Dari situ saya ditarik ke Jakarta dan saya siap,” tutur lulusan SMPN 2 Kota Kediri itu.
Demi perkembangan kariernya, Anugrah memutuskan melanjutkan pendidikan di SMA Olahraga Jakarta. Keputusan ini membuatnya harus tinggal jauh dari kedua orang tuanya, namun ia tetap tegar. Menurutnya, komunikasi lewat video call membuat kerinduan sedikit terobati.
“Sejak kecil saya memang bercita-cita jadi atlet hebat. Saya punya prinsip itu, saya sangat ambisius mengejar prestasi,” ujarnya.
Ambisi itu terbukti lewat pencapaian membanggakan. Pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) September lalu, Anugrah sukses memecahkan rekor nasional nomor 110 meter gawang U-18 dengan catatan waktu 13,38 detik, mengungguli rekor sebelumnya 13,44 detik.
“Alhamdulillah bisa memecahkan rekor nasional,” ucapnya penuh syukur.
Namun perjalanan menuju puncak prestasi tentu tidak mudah. Jadwal latihan padat menjadi bagian dari kehidupannya. Ia harus menjalani latihan dua kali sehari dari Senin hingga Sabtu dengan program berbeda-beda, mulai dari teknik hingga conditioning. Hari Minggu menjadi satu-satunya waktu istirahat total.
“Kalau sakit jangan dipaksa. Istirahat itu penting,” tegasnya.
Meski intensitas latihan tinggi, Anugrah bersyukur belum pernah mengalami cedera serius. Ia hanya sempat mengalami retak pada telapak tangan kiri, namun cedera itu tidak menghambat aktivitas latihannya.
Saat ini, Anugrah masih terus fokus mengejar prestasi. Setelah tampil di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas), ia kembali mengikuti sejumlah event bergengsi. Terbaru, dirinya turun di ajang SEA Youth yang digelar pada 15–18 November di Deli Serdang, Medan.
“Saya sudah jatuh cinta dengan lari. Tidak mau pindah ke cabang lain. Saya akan terus mengejar prestasi,” tegasnya.
Dengan semangat pantang menyerah dan dukungan keluarga, Anugrah Styawan menjadi salah satu harapan baru atletik Indonesia. Perjalanannya menjadi bukti bahwa kerja keras, konsistensi, dan keberanian merantau untuk mengejar mimpi mampu membuka jalan menuju panggung prestasi yang lebih tinggi.(red.al)
Posting Komentar