KEDIRI, penanuswantara.online – Setelah resmi beroperasi pada 10 November 2025, Bandara Internasional Dhoho Kediri kini tengah memperkuat upaya perawatan dan pengawasan terhadap potensi gangguan dari satwa liar di area bandara. Langkah ini menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan penerbangan, mengingat lokasi bandara yang berada di kawasan perkebunan dengan ekosistem alami yang masih aktif.
General Manager (GM) Angkasa Pura I Bandara Dhoho Kediri, Rahmat Yoni Saputra, menjelaskan bahwa pihaknya tidak hanya fokus pada pelayanan penumpang dan pengelolaan operasional pesawat, tetapi juga memastikan area bandara steril dari keberadaan hewan liar.
“Yang paling sering muncul adalah ular, meski kami juga pernah menemukan biawak di sekitar area bandara,” ungkap Rahmat, Selasa (11/11/2025).
Menurutnya, pengendalian terhadap satwa liar dilakukan secara rutin dan terjadwal oleh tim khusus yang selalu siaga di lapangan. Tim ini bertugas melakukan patroli dan penanganan cepat apabila ditemukan hewan yang berpotensi mengganggu aktivitas penerbangan.
“Kami punya tim lapangan yang selalu siap 24 jam. Mereka bekerja sama dengan instansi terkait agar penanganan satwa bisa dilakukan secara aman dan sesuai prosedur,” tambahnya.
Salah satu instansi yang digandeng pihak bandara adalah Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Koordinasi dilakukan untuk memastikan proses pengendalian satwa dilakukan tanpa merusak ekosistem sekitar.
“Kami selalu berkoordinasi dengan BKSDA dalam setiap kegiatan pengendalian. Jadi semua berjalan sesuai aturan,” jelas Rahmat.
Selain ancaman dari hewan darat, bandara juga terus memantau potensi gangguan burung yang dapat membahayakan pesawat saat lepas landas atau mendarat. Namun, hingga kini kondisi di sekitar Bandara Dhoho masih relatif aman.
“Syukurlah, di Kediri tidak banyak koloni burung besar. Sebagian besar hanya burung migrasi yang lewat, bukan menetap. Jadi risikonya relatif kecil,” tuturnya.
Meski begitu, pihak bandara tetap melakukan pemantauan udara dan lingkungan secara berkala untuk memastikan jalur penerbangan tetap aman. Setiap laporan mengenai keberadaan satwa segera ditindaklanjuti oleh petugas lapangan.
Dengan sistem pengawasan terpadu ini, Bandara Dhoho berkomitmen menjaga standar keselamatan dan operasional penerbangan internasional sekaligus melindungi keseimbangan ekologi di kawasan sekitarnya.(red.al)

Posting Komentar