KOTA KEDIRI, penanuswantara.online – Pemerintah Kelurahan Ngadirejo, Kota Kediri, menyiapkan program unggulan berbasis inovasi dan kemandirian ekonomi yang diyakini mampu mendongkrak kesejahteraan warga dalam jangka panjang. Sejumlah konsep strategis telah disiapkan dan siap “digeber” begitu dana kelurahan cair.
Kepala Kelurahan Ngadirejo, Heru Sugiarto, mengatakan pihaknya telah menugaskan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) untuk menyusun konsep program unggulan yang berorientasi pada penguatan ekonomi warga.
“Ini sudah kita start sejak Desember 2025 kemarin. Sudah kita diskusikan, dan insya Allah begitu dana kelurahan turun, langsung kita gas,” ujar Heru Sugiarto usai menghadiri pengukuhan Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK) Ngadirejo, Jumat (23/1/2026) malam.
Ada tiga program utama yang disiapkan, yakni revitalisasi pasar, pengembangan bank sampah bernilai ekonomi kreatif, serta digitalisasi Tempat Pemakaman Umum (TPU). Dari ketiganya, program TPU digital menjadi sorotan publik karena dinilai unik dan jarang diterapkan di tingkat kelurahan.
Melalui digitalisasi TPU, warga akan dimudahkan dalam menemukan lokasi makam anggota keluarga melalui peta digital yang bisa diakses lewat ponsel. Tak hanya itu, area pemakaman juga direncanakan dilengkapi akses WiFi, sehingga tata kelola makam menjadi lebih modern dan tertata.
Inovasi tersebut mendapat respons positif dari Camat Kota Kediri, Agus Suharyanto. Menurutnya, konsep penataan makam berbasis digital merupakan langkah maju untuk mengubah stigma negatif kawasan pemakaman.
“Ini pemakaman desa, bagaimana caranya bisa kita tata dengan rapi. Disediakan fasilitas pendukung supaya kesannya jauh dari kata seram,” terang Agus.
Selain TPU digital, Agus juga menegaskan pihak kecamatan akan mendukung penuh revitalisasi pasar Ngadirejo. Pasar lama yang selama ini terkesan kumuh akan dirombak total dan dikembangkan menjadi pasar berkonsep edukasi wisata.
“Pasar dan sungai nanti akan kita satukan konsepnya. Sungai sampai wilayah Kelurahan Dandangan kita kembangkan, sehingga antara pasar dan wisata menjadi satu kesatuan,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua LPMK Ngadirejo, Nungky Manumayasa, menegaskan komitmennya untuk melakukan pendampingan penuh demi menyukseskan program-program tersebut.
“Ini akan kita aplikasikan melalui pembangunan ekonomi kreatif. Kita mulai dari hal kecil, membenahi pasar mangkrak sesuai visi menciptakan lingkungan ekonomi kreatif yang bersih, modern, dan berkelanjutan,” jelas Nungky.
Ia menyebut aktivitas jual beli di Pasar Ngadirejo selama ini memiliki trafik yang sangat tinggi, salah satunya karena konsep drive thru yang masih akan dipertahankan.
“Drive thru tetap jadi daya tarik. Warga belanja nyaman, tidak bayar parkir, harga kompetitif. Ke depan akan kita tertibkan agar bisa menjadi PAD, minimal dikelola dengan pendekatan gaya baru,” pungkasnya.
Dengan kombinasi pasar eduwisata, bank sampah bernilai ekonomi, dan TPU digital, Kelurahan Ngadirejo menegaskan diri sebagai kelurahan pionir inovasi di Kota Kediri—membuktikan bahwa pembangunan ekonomi bisa berjalan beriringan dengan teknologi dan tata kelola modern.
Posting Komentar