DENPASAR – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bali memperkirakan akan ada lonjakan pergerakan masyarakat yang cukup signifikan pada musim mudik Lebaran tahun 2026. Berdasarkan data evaluasi tahunan dan proyeksi mobilitas penduduk, sebanyak 1,7 juta orang diperkirakan akan meninggalkan Pulau Dewata untuk kembali ke kampung halaman mereka di Pulau Jawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan daerah lainnya. Angka ini menunjukkan peningkatan jika dibandingkan dengan volume pemudik pada tahun sebelumnya.
Guna menjamin keselamatan dan kenyamanan ratusan ribu pemudik jalur darat, Dishub Bali mulai mengintensifkan kegiatan inspeksi keselamatan (ramp check) terhadap ratusan armada bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), Selasa (10/3). Pemeriksaan fisik kendaraan dipusatkan di Terminal Tipe A Mengwi, Kabupaten Badung, yang menjadi titik keberangkatan utama bus jarak jauh. Petugas secara teliti memeriksa fungsi pengereman, sistem lampu, kondisi kelaikan ban, hingga kelengkapan alat pemecah kaca dan tabung pemadam kebakaran (APAR).
Kepala Dishub Bali menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan stiker kelaikan jalan kepada armada bus yang terbukti melanggar standar keselamatan teknis sekecil apa pun. Bagi perusahaan otobus (PO) yang kendaraannya ditemukan tidak memenuhi syarat, mereka diwajibkan untuk segera melakukan perbaikan di bengkel resmi sebelum diizinkan mengangkut penumpang. Langkah preventif ini sangat penting guna mencegah terjadinya kecelakaan fatal di jalur rawan seperti area perbukitan dan jalur Pantura.
Di sisi lain, pergerakan 1,7 juta pemudik ini juga dipastikan akan memberikan tekanan luar biasa pada fasilitas penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk dan Padangbai. Pihak otoritas pelabuhan (ASDP) telah berkoordinasi dengan Dishub dan kepolisian untuk merancang skema buffer zone (kantong parkir) guna mengurai antrean kendaraan yang biasanya mengular panjang hingga ke jalan raya. Para pemudik diimbau untuk membeli tiket kapal secara online jauh-jauh hari agar jadwal keberangkatan mereka lebih terjamin.(red)
Posting Komentar