MADIUN – Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Iswahjudi Madiun turut ambil bagian dalam mengamankan kelancaran arus mudik Lebaran 2026 dengan mengerahkan satu unit helikopter NAS-332 Super Puma untuk melakukan patroli udara pada Minggu (15/3/2026). Patroli udara berskala regional ini difokuskan untuk memantau titik-titik rawan kemacetan (trouble spot) di sepanjang jalur arteri Mataraman, mulai dari Madiun, Nganjuk, hingga Simpang Tiga Mengkreng di perbatasan Kediri yang terkenal dengan kepadatan ekstremnya pada H-5 Lebaran.
Helikopter dari Skadron Udara 6 tersebut membawa tim observasi gabungan yang terdiri dari personel TNI AU dan perwira Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Timur. Pemantauan dari udara dinilai sangat efektif karena memberikan pandangan visual yang luas dan komprehensif mengenai panjang antrean kendaraan dan simpul-simpul penyumbatan lalu lintas yang sulit diidentifikasi dari darat. Selain helikopter, TNI AU juga menerjunkan drone intai taktis untuk menjangkau area-area jalan alternatif yang lebih sempit.
Data visual berupa foto udara dan video yang direkam selama penerbangan langsung dikirimkan secara real-time ke pusat komando (Command Center) Operasi Ketupat Semeru di Surabaya. Berbekal informasi akurat dari udara inilah, kapolres di masing-masing wilayah dapat segera mengambil keputusan cepat untuk memberlakukan skema rekayasa lalu lintas, seperti sistem one way, pengalihan ke jalur alternatif, atau sistem buka-tutup di pintu-pintu keluar jalan tol Trans Jawa.
Komandan Lanud (Danlanud) Iswahjudi menegaskan bahwa perbantuan armada udara ini merupakan bentuk komitmen penuh TNI AU dalam mendukung pemerintah memberikan pelayanan mudik yang aman, nyaman, dan berkesan. Lanud Iswahjudi akan terus menyiagakan helikopter patrolinya beserta kru penerbang yang siap digerakkan sewaktu-waktu ( standby force ) hingga masa arus balik Lebaran selesai, sekaligus mengantisipasi kemungkinan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) jika terjadi kondisi darurat bencana.(red)
Posting Komentar