Stadion Brawijaya Membara! Dugaan Tiket Palsu & Over Kuota Laga Persik vs Persib Diselidiki Polisi

 



KEDIRI,  penanuswantara.online — Riuh rendah laga panas Persik Kediri kontra Persib Bandung kini berbuntut panjang. Dugaan tiket palsu dan over kuota penonton yang membuat Stadion Brawijaya sesak mendadak berubah menjadi bola panas. Aparat kepolisian pun turun tangan. Kasus ini kini resmi didalami Satreskrim Polres Kediri Kota.

Pantauan di Mapolres Kediri Kota, jajaran manajemen Persik Kediri terpantau mendatangi kantor polisi. Tak berselang lama, kehadiran mereka disusul oleh anggota Local Organizing Committee (LOC). Situasi ini sontak memantik spekulasi publik soal siapa yang “kecolongan” dalam laga bertajuk big match tersebut.

“Masih pemeriksaan. Dasarnya dari laporan informasi,” ujar Kasatreskrim Polres Kediri Kota AKP Cipto Dwi Leksana, singkat namun tegas.

Saat ditanya siapa saja yang sudah dimintai keterangan, perwira tiga balok itu masih memilih irit bicara.
“Nanti dulu, berjalan dulu,” katanya.

🎟️ Tiket Palsu atau Kuota Jebol?

Soal inti pemeriksaan—apakah terkait tiket palsu atau pelanggaran kuota penonton—AKP Cipto belum mau membuka kartu.

“Masih dimintai keterangan. Pernyataan dari beberapa orang yang sudah kami datangkan akan dihimpun lebih dulu,” tegasnya.

Fokus penyelidikan sementara ini masih tertuju pada laga Macan Putih vs Maung Bandung. Bahkan hingga kini, polisi belum bisa memastikan apakah kasus tersebut mengarah ke ranah pidana atau hanya pelanggaran administrasi.

“Belum bisa dibuktikan, masih tahap penyelidikan,” jelasnya.

🏟️ 7 Ribu Penonton, Kuota Cuma 3 Ribu

Fakta di lapangan menjadi sorotan utama. Secara kasat mata, laga Persik kontra Persib menjadi pertandingan kandang Persik dengan jumlah penonton terbanyak musim ini. Jika dihitung kasar, tribun Stadion Brawijaya dipenuhi sekitar 7.000 penonton.

Padahal, sesuai regulasi BRI Super League, kuota yang diperbolehkan hanya 3.000 penonton, itu pun khusus Persikmania. Realitanya? Bobotoh ikut memadati stadion, meski aturan masih tegas melarang kehadiran suporter tamu pasca Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022.

⚠️ Manajemen Bantah, Ngaku Urus Izin

Di tengah badai isu, pihak manajemen Persik Kediri membantah kedatangannya ke Polres terkait kasus tiket. Mereka berdalih kehadiran tersebut murni untuk mengurus izin laga kandang selanjutnya.

“Tadi mengurus izin pertandingan Persik vs Bali United,” ujar Widodo Hunter, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.

Laga Persik Kediri kontra Bali United sendiri dijadwalkan berlangsung pada 30 Januari mendatang.

🔥 Bom Waktu Sepak Bola Kediri

Kasus ini menjadi ujian serius bagi panitia pelaksana dan manajemen klub. Di satu sisi, euforia big match tak terbendung. Di sisi lain, aturan, keselamatan, dan tragedi masa lalu masih menjadi bayang-bayang yang tak boleh diabaikan.

Kini publik menunggu:
👉 Apakah ini sekadar kelalaian panpel?
👉 Atau ada praktik gelap di balik lautan penonton Stadion Brawijaya?

Polisi masih bekerja. Sementara itu, satu hal pasti: sepak bola Kediri sedang berada di persimpangan antara euforia dan aturan. ⚽🔥

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama